Hai Otowarta lover, kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan transmisi di sebuah mobil. Dalam sebuah mobil pasti ada sistem yang namanya transmisi yang gunanya untuk menyalurkan tenaga dari mesin ke roda sehingga membuat mobil bisa berjalan maju dan mundur. Di dalam dunia otomotif, mobil terbagi atas 2 jenis transmisi yaitu manual dan automatic. Transmisi manual menggunakan perseneling yang fungsinya untuk mengatur perpindahan gigi atau rasio mesin secara manual, yang dimana untuk melakukan pergantian gigi masih menggunakan pedal perseneling. Sedangkan untuk transmisi automatic perpindahan gigi dilakukan secara otomatis yang dimana perpindahan gigi tersebut diatur berdasarkan pada kecepatan suatu mesin. Pada transmisi automatic tidak ada pedal perseneling sehingga anda hanya cukup menginjak pedal rem untuk melakukan perpindahan gigi dari N ke D atau R. Dalam transmisi automatic anda hanya akan menemukan mode P, R, N, D, L. Yang dimana setiap mode tersebut mempunyai fungsi tersendiri. Sedangkan di transmisi manual anda akan menemukan angka 1 sampai 5 dan R. Berikut adalah sedikit penjelasan tentang mode dalam transmisi mobil.
Pada mobil manual anda harus mengatur senidiri gigi atau rasio mobil pada anda. Pengaturan tersebut didasari pada kecepatan atau RPM saat berjalan. Setiap gigi atau rasio pada mobil mempunyai fungsi tersendiri.
- Pada gigi 1 biasanya digunakan pada saat anda akan berjalan dari posisi berhenti, dan juga gigi 1 biasa gunakan pada saat jalanan yang menanjak.
- Gigi 2-5 digunakan pada saat mobil sudah berjalan dan setiap gigi digunakan berdasarkan pada kecepatan waktu mobil berjalan.
- Gigi R berfungsi untuk mundur. Penggunaan gigi R ini biasanya digunakan pada saat akan melakukan parkir mobil secara mundur.
Sedangkan transmisi automatic mempunyai mode P, R, N, D, L yang artinya setiap mode mempunyai fungsi tertentu.
- Posisi P (Park) digunakan pada saat mobil berhenti dan saat akan parkir. Posisi ini digunakan pada saat sebelum mesin mobil akan dimatikan.
- Porisi R (Reverse) berfungsi untuk menjalan kan mobil mundur, yang dimana ini dilakukan pada saat akan memarkirkan mobil.
- Poisis N (Netral) ini biasa digunakan pada saat sedang menunggu lampu merah atau berhenti sejenak. Pada saat posisi Netral transmisi tidak terhubung ke roda, sehingga mobil bisa didorong.
- Posisi D (Drive) digunakan untuk berjalan maju. Transmisi ini akan berkerja secara otomatis sesuai denga kecepatan mobil.
- Posisi L (Low) biasa digunakan untuk jalanan yang menanjak curam atau turunan yang ekstrim. Fungsi pada posisi L menjaga mobil agar tetap di gigi rendah sehingga membantu memberikan torsi yang besar.
Setiap jenis tranmisi mempunyai kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Untuk transmisi manual mempunyai kelebihan yaitu tenaga yang lebih responsif, lebih irit BBM, bisa melakukan engine brake yang akan membantu mobil cepat berhenti dan membantu agar rem tidka bekerja paksa. Sedangkan kekurangan dari transmisi manual bisa membuat kaki anda cepat pegal karena harus memainkan pedal perseneling.
Sedangkan transmisi automatic mempunyai kelebihan yaitu membuat anda gampang dalam berkendara, membuat anda lebih santai dalam berkendara karena anda tidak perlu repot dalam melakukan perpindahan gigi. Sedangkan untuk kekurangannya tenaga yang dihasilkan tidak seresponsif dari transmisi manual, konsumsi BBM yang lebih boros, serta perawatan matic yang lebih mahal dari manual.
Dari penjelasan di atas bisa kita simpulkan jika anda ingin berkendara santai anda bisa memilih transmisi jenis automatic, tapi jika anda ingin tenaga yang responsif anda bisa memilih mobil dengan transmisi manual. Selain itu transmisi matic cocok untuk anda yang berada di kota besar yang rentan akan kemacetan, serta sangat gampang dikendarai bagi pemula.
Demikianlah Otowarta lovers sedikit penjelasan tentang transmisi pada suatu mobil, semoga dengan penjelasan tersebut bisa membantu anda menambah sedikit pengetahuan tentang transmisi dalam suatu kendaraan.